Faizal Assegaf: “BUNG AQIL SIRAIDJ, JANGAN MUNAFIK!” | RADAR RAKYAT -->

Faizal Assegaf: “BUNG AQIL SIRAIDJ, JANGAN MUNAFIK!”




RadarRakyat.co-
 BUNG AQIL SIRAIDJ, JANGAN MUNAFIK!

by Faizal Assegaf (Ketua Progres 98)



Umat Islam di republik ini berkontribusi bagi keberadaan Nahdlatul Ulama. Terlebih para Kiyai, Ustad, santri, aktivis Islam dan khusunya kalangan Habaib. Bukan hanya bung Aqil Siraidj atau keluarga Gus Dur dan loyalisnya.



NU adalah rumah bagi kaum muslim untuk saling merekatkan silaturahim, bersinergi dan berjuang untuk menegakkan keadilan. Bukan wadah milik segelintir kelompok yang bernafsu membela penguasa dan oknum penista agama demi secuil kenikmatan duniawi.

Begitu pula HRS, MUI, HTI dan FPI adalah bagian dari masyarakat Islam. Bila terdapat perbedaan politik, maka harus direspon secara bijak dan penuh kasih sayang. Bukan sebaliknya diperlakukan secara tidak semestinya.

Kalian begitu santun dan peduli pada kaum kafir, penguasa dan oknum penista agama. Tapi mengapa FPI, HRS dan para pihak yang berbeda sikap diposisikan sebagai musuh NU. Sehingga seenaknya difitnah dan dilecehkan?

Terkesan NU telah dibajak dan dimanipulasi sebagai alat pembela kaum kafir, penguasa dan oknum penista agama dengan dalih toleransi, pluralsime dan demokrasi.

Bung Aqil Siradj, anda masih ingat almarhum Iqbal Assegaf, yang turut membesarkan NU, sejak menjadi Ketum PMII 1988-1991 dan Ketua Umum GP Ansor 1995-1999?

Apakah hanya anda, keluarga Gus Dur dan kelompok Gusdurian bertopeng pluralisme dan liberalisme yang boleh mengklaim bersuara mewakili NU? Hem, kalian telah mengobral simbol-simbol dan atribut NU secara memalukan!

Benar, HRS dalam lakon dan ujarannya terlihat keras serta terkesan sangar. Tapi pernahkah anda yang sok santun, lembut dan berahklak mulia menghampiri HRS dengan kasih sayang?

Ingat bung Aqil Siradj, Gus Dur yang dipuja-puji oleh berbagai media kafir serta kelompok Gusdurian. Yang konon katanya lembut, jujur, amanah dan Islami justru faktanya terlibat kasus Buloggate dan Bruneigate. Sungguh memalukan!

Sejarah hitam Gus Dur mestinya anda jadikan pelajaran dan hikmah untuk direnungkan. Agar tidak tergiur oleh lezatnya kekuasaan. Apalagi rezim Jokowi dan oknum penista agama alias Ahok secara mencolok tersangkut dugaan KKN.

Anda selaku Ketum PBNU perlu berbenah diri, bijak serta lebih mengutamakan kepentingan umat Islam. Bila ada di antara mereka yang berbeda sikap, maka selayaknya merangkul dan beri nasehat serta mencurahkan kasih sayang.

Bukan sebaliknya bertindak menjadi corong penguasa dan oknum penista agama. Sehingga nekat menyebarkan hasutan kepada HRS dan FPI dengan fitnah radikalisme, intoleran dan sebagainya. Sikap demikian sangat melukai hati umat Islam!

Wajar bila jutaan umat Islam makin kehilangan simpati kepada NU. Anda tidak layak dipanggil “kiyai” apalagi “ulama”. Sebaiknya anda mundur dari jabatan Ketum PBNU.

Perlakuan anda yang diskriminatif, tendensius dan arogan kepada HRS, FPI, MUI, HTI dan kelompok Islam yang sering anda stigmakan “radikalisme”, telah melampui batas.

Ingat, NU adalah wadah yang hadir atas perjuangan, doa dan ketulusan dari para Kiyai, ulama dan Habaib. Jangan dicemari oleh sikap kebencian, fitnah dan kemunafikan!

**

Sumber: Faizal Assegaf   (in)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Faizal Assegaf: “BUNG AQIL SIRAIDJ, JANGAN MUNAFIK!”"

Posting Komentar