Aksi Reuni 212 Bela Agama atau Politik? Jawab Jujur | RADAR RAKYAT -->

Aksi Reuni 212 Bela Agama atau Politik? Jawab Jujur

Lamanberita – Aksi reuni akbar alumni 212 yang rencanya akan digelar di Lapangan Monas, Jakarta menuai pro kontra, bahkan nuansa politis kental tampak pada mobilisasi massa yang mudah diprovokasi.

Laman sosial media bertebar undangan aksi yang diklaim mencapai jumlah massa hingga 1 juta orang dari berbagai daerah, namun banyak juga disisipi oleh tindakan prvokasi yang cenderung desdruktif hingga menebar kebencian serta oposisi terhadap pemerintah yang sah.

Masyarakat yang cerdas tentunya mau melihat baik dan mudharatnya aksi ini jika disusupi nuansa politis oleh oposan yang kontra pemerintah yang kini tengah melakukan pembangunan.

Suara-suara dari politisi oposan makin hari makin keras hingga diyakini kalau aksi reuni 212 adalah aksi politis yang akan mendeskriditkan pemerintah yang sah dengan membawa panji-panji tertentu berharap dapat legemitasi dari umat muslim.

Bahkan para politisi serta ulama yang ikut banyak menggunakan ayat-ayat yang dipenggal-penggal hanya untuk memberikan kebenaran atas kelompoknya bukan untuk murni menjadikan pribadi yang baik namun kental politis.

Bahkan beberapa oknum juga menyuarakan suara makar seperti beberapa waktu lalu pihak Divisi Kamneg Polda Metro Jaya dan Mabes Polri mengamankan beberapa orang sebelum aksi 212 beberapa waktu lalu.

Yang jelas, makar Allah jelas lebih besar serta lebih hebat daripada makar manusia. Kita cuma diminta beribadah dan berusaha untuk menunjukkan disisi mana kita berada.

Salah satu pentolan 212 ,Riziek Shihab masih tidak berani ke Indonesia karena hukum manusia terkait kasus Pancasila dan Chat Porno, ini jelas kalau dirinya masih takut dengan hukum manusia bukan hukum agama seperti yang digembar-gemborkannya.

Bukti lainya kalau aksi akbar reuni 212 adalah politik adalah dengan ucapan Slamet Maarif, ketua Presidium alumni 212 bahkan mengatakan "Tahun depan perjuangan kita pilgub, pilkada. Itu perjuangan kita bagaimana Islam menang di Pilkada 2018. Paling penting 2019. Itu pertempuran kita. Saya tanya, apakah saudara ingin Presiden kita ganti?"

Jamaah yang hadir pun kompak menjawab, "Gantiii !!!

Bahkan Pengacara yang juga penasihat Presidium Alumni 212, Eggi Sudjana, pun menyinggung ketidakhadiran Anies ini. Dia menyesalkan sikap Anies yang tidak memenuhi undangan.

jadi bisa jelas dari ucapan para tokoh-tokoh alumni 212, membela Agama Atau membela kepentingan politik "berkedok" agama ???

Astaghfirullah, begitu mudahnya mereka "memanfaatkan" agama demi kepentingan politik pribadi dan kelompoknya


Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Aksi Reuni 212 Bela Agama atau Politik? Jawab Jujur"

Posting Komentar