RadarRakyat.Info-Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tjahjo Kumolo membeberkan fakta bahwa jutaan e-KTP palsu telah beredar di tengah masyarakat dan percetakannya ternyata dilakukan di Paris dan Tiongkok.
Karena
itulah Kemendagri lagsung menghentikan proses perekaman atau identifikasi
biometrik sekaligus pencetakannya.
“Sekarang
kita hentikan dulu, karena terlalu banyak persoalan. Program e-KTP sangat bagus
tetapi prosesnya yang harus kembali dicermati, termasuk posisi servernya yang
masih di luar negeri,” kata Mendagri saat membuka ’Rapat Kerja Nasional
Pencatatan Sipil Tahun 2014’ di Jogja Expo Center Yogyakarta, Minggu (16/11)
malam.
Tjahjo
Kumolo juga mengatakan, pasca duduk sebagai menteri, dirinya mendapat laporan
dari koleganya bahwa banyak e-KTP yang dicetak di Paris dan Cina. “Persis sama
termasuk hologramnya.
Jumlahnya
jutaan. Ada oknum yang bermain, Mabes Polri sedang menyelidikinya dan kita
tunggu saja hasilnya,” katanya.
Tjahjo
mengungkapkan sejumlah fakta yang ditemukan yang dianggap cukup serius.
Pertama, ada
dugaan korupsi dalam proyek itu. Kedua, server yang digunakan e-KTP milik
negara lain sehingga database di dalamnya rentan diakses pihak tidak
bertanggungjawab.
Ketiga,
vendor fisik e-KTP tidak menganutopen system sehingga Kemendagri tidak bisa
mengutak-utik sistem tersebut. Keempat, banyak terjadi kebocoran database.
Misalnya, di kolom nama tertulis nama perempuan, tapi foto yang bersangkutan
menunjukan laki-laki.
Karena
itulah, lanjut Tjahjo, dalam tempo dua bulan ke depan, e-KTP dihentikan untuk
mengevaluasi, mendata ulang dan merekonstruksi sistemnya.
“Penyimpanan
data base di kantor Kemendagri harus diperbaiki. Sehingga akurasi data pada
e-KTP bisa dipertangungjawabkan. Termasuk mengevaluasi keberadaan server dan
chip di e-KTP,” katanya.
Temuan
tersebut lanjut Mendagri, juga mengindikasikan tindak pidana korupsi, dan sudah
diserahkan ke KPK. Sementara, persoalan sistem yang bobrok akan dirapatkan
terlebih dahulu dengan sejumlah pihak.
Di hadapan
625 kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil seluruh Indonesia, Mendagri
mengatakan bahwa sistem kependudukan dan catatan sipil merupakan hal yang
sangat penting bagi negara Indonesia. Termasuk program e-KTP yang menjadi
polemik di berbagai daerah karena warganya belum mendapatkan E KTP tersebut.
Tjahjo juga
mengatakan bahwa Rakernas ini juga bertujuan untuk memberikan pemahaman yang
lebih mendalam kepada seluruh perangkat aparatur pencatatan sipil yang ada di
seluruh Indonesia agar dapat melakukan pelayanan dengan lebih baik dan singkat.
“Perlunya
pemahaman yang lebih utuh dari aparatur pencatatan sipil di seluruh Indonesia
mengenai Elektronik KTP ini sehingga kita harus bekerja keras memeras otak
dalam rapat kerja ini tentu untuk sesegera mungkin mengatasi permasalahan yang
terjadi,” terang Mendagri. (r)

0 Response to "Akui Fakta, Mendagri: Jutaan E-KTP Palsu Dicetak Di Paris dan Tiongkok"
Posting Komentar