Masyarakat harus memahami dan menghayati falsafah serta budaya bangsa agar tidak mudah diadu domba. Sebab menjadi bangsa yang besar dan kuat diperlukan pemahaman, penghayatan tentang hakekat bangsa Indonesia dengan falsafah dan budaya yang dimilikinya, melalui penghayatan dan pengamalan nilai Pancasila sila demi sila.
“Nilai dasar ini telah mencerminkan jiwa dan kepribadian bangsa sepanjang sejarah demi terciptanya persatuan antar-seluruh umat manusia agar tidak mudah dipecah belah,” kata Ketua Komisi Pengkajian dan Penelitian (Litbang) Majelis Ulama Indonesia (MUI) DKI, Ahmad Syafii Mufid dalam keterangannya, Selasa (5/12/17).
Ahmad menjelaskan bahwa dengan landasan dasar yang sangat religius, nasionalis dan juga sekaligus mempertimbangkan kearifan lokal itu menjadi garansi buat bangsa Indonesia untuk melawan berbagai ancaman, baik disintegrasi, radikalisme, dan bahaya narkoba.
Ia menilai tidak semua masyarakat Indonesia mengerti sejarah bangsa maupun latar belakang pemikiran dari para pendiri bangsa ini. Hal itulah yang membuat paham-paham negatif bisa masuk menyebar di tengah masyarakat.
Karena Indonesia adalah negara yang dibangun oleh orang-orang yang mengerti tentang bangsanya, agama yang dianut, serta kekuatan dan kelemahannya.
“Hayati dan amalkan nilai Pancasila sila demi sila. Selain itu, juga harus menjiwai watak manusia Indonesia seperti kepercayaan dengan adanya Tuhan, kesadaran kekeluargaan, musyawarah mufakat, gotong royong dan tepo seliro,” ujarnya.
Oleh karena itu ia berharap kepada semua yang mengerti sejarah harus selalu mengingatkan kepada tokoh-tokoh, pemimpin atau pejabat-pejabat di negeri ini mengenai asal-usul bangsa.
“Karena kalau sampai tidak diingatkan membuat masyarakat terpecah. Seperti halnya kerajaan Majapahit, kerajaan Sriwijaya atau kerajaan lainnya yang dulunya besar kemudian hilang,” kata dia.
Diakuinya, bangsa Indonesia terancam hilang jika masyarakat meninggalkan Pancasila. “Kalau orang Indonesia ini sudah tidak ber-Ketuhanan Yang Maha Esa dan orang Indonesia tidak ber-Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab lagi, ya akan hancur bangsa ini. Apalagi kalau kita tidak bersatu,” imbuhnya.

0 Response to "Penghayatan tentang Hakekat Bangsa Indonesia dengan Falsafah dan Budaya"
Posting Komentar