Presiden Joko Widodo mengimbau agar masyarakat tidak hanya menanam bibit pohon, tapi juga tekun memelihara pohon itu hingga pohon besar. Presiden menyampaikan hal tersebut dalam acara peringatan Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI) dan Bulan Menanam Nasional (BMN) Tahun 2017.
Jokowi meminta agar penanaman pohon direncanakan dengan baik. Misalnya, anggaran pembibitan tahun ini harus ditanam tahun berikutnya. Kemudian diikuti pemeliharaan dan perawatan tanaman.
“Anggaran keluar tengah tahun. Buat bibitnya butuh berapa. Bibit 30 cm ditanam di lapangan. Tidak ada biaya perawatan. Mana bisa hidup,” ujarnya di Desa Karangasem, Kecamatan Ponjong, Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta, Sabtu (9/12/17).
“Paling-paling bibit 30-40 cm dipaksa ditanam di lapangan tidak ada biaya pemeliharaaan, mana bisa hidup? Bener tidak? Betul, tapi tiap tahun dilakukan seperti itu terus,” tambah Presiden.
Jokowi berharap program penanaman pohon tidak hanya berlangsung formalitas. Menurutnya, bertahun-tahun jajarannya melakukan hal monoton dan tak pernah berubah. Ia menilai bahwa pola demikian harus diubah. Apalagi, anggaran di Kementerian Kehutanan cukup besar.
“Bertahun-tahun melakukan rutinitas, hal-hal yang menoton yang tidak pernah kita ubah,” ujarnya.
“Anggaran Kementerian Kehutanan besar, tapi habis. Mana yang sudah hijau?” tanya Jokowi.
Ia mengatakan bahwa setiap tahun terjadi penanaman bibit, tapi tidak diikuti sampai pohon itu besar. “Tanaman itu paling jadi makanan kambing, paling mati karena tidak ada airnya, jadi mestinya kalau anggarann keluar sekarang tanamnya tahun depan saat sudah gede dan diikuti biaya pemeliharaan dan dirawat. Kesalahan-kesalahan seperti ini harus diganti semuanya dengan hal-hal lebih nyata, lebih konkrit,” tegas Mantan Wali Kota Solo ini.
Oleh sebab itu, Presiden meminta agar seluruh pemangku kebijakan mulai dari bupati hingga gubernur untuk bekerja secara terintegrasi sehingga mengatasi permasalahan tersebut.
“Saya ingin semuanya diawasi. Tidak bisa acara-acara seremoni yang mengeluarkan anggaran banyak, tapi hasilnya tidak kelihatan. Itu yang saya tidak mau,” tegasnya lagi.
Sementara Menteri KLH Siti Nurbaya mengatakan bahwa pada HMPI dan BMN hari ini dicanangkan penanaman 45 ribu batang pohon pada 5 bukit di lahan sekitar 15 hektare yang merupakan lahan sultan ground yang mengikutsertakan 300 petani.
Bibit-bibit itu terdiri dari pohon jati, akasia dan buah-buahan yang sudah dipasang dengan “barcode” yang berisi nama pohon dan koordinat. KLH menargetkan penanaman 50 juta batang pohon per tahun melalui kebun bibit rakyat sebanyak 500 unit yang memproduksi 25-30 ribu batang dan menyediaan 2,5 juta batang produktif.
Sejak 2014-2016 sudah ditanam 22 juta hektare, baik di dalam maupun luar hutan sehingga lahan kritis 24 juta hektare berdasarkan survei pada 2003 ditargetkan berkurang.

0 Response to "Jokowi: Penanaman Pohon Harus Diikuti Hingga Besar, Jangan Sampai Jadi Makanan Kambing"
Posting Komentar