RadarRakyat.Info-Skenario jahat untuk menghalau aksi 112 akhirnya gagal total setelah GNPF-MUI melakukan manuver taktis, menjalin komunikasi dengan Menko Polhukam Wiranto.
Besok jutaan
kaum muslim bergerak menyapa masjid Istiqal. Sebuah konsolidasi yang sangat
strategis menuju gerakan revolusi Islam dan akan menghentak perhatian publik.
Ihwal itu
membuat jaringan media pro rezim Jokowi tampaknya kehilangan kata-kata dan
nyaris bertindak tidak waras. Sebab di hati dan pikiran mereka telah diselimuti
kebencian yang membara.
Sebaliknya
gerakan Aksi Bela Islam terus melaju tanpa beban dan kian menjadi magnit yang
menyatukan potensi kaum muslim dari seluruh pelosok nusantara.
Segelintir
oknum aparat yang getol membela oknum penista agama alias Ahok, terjebak dalam
kebodohan serta kehilangan martabat di hadapan rakyat. Himbauan dan fitnah keji
yang mereka lancarkan, hanyalah bunyi “KENTUT” di kebisingan kosmopolitan.
Begitu pula
Jokowi dan kawanan “mahluk Istana” terjerumus dalam liku politik otoriter dan
kemunafikan. Panik menghadapi gelombang protes umat Islam yang kian berkobar.
Pelan namun
pasti, Aksi Bela Islam tampil sebagai kekuatan yang sangat masif dan terpimpin.
Bermodalkan keimanan bangkit menuntut keadilan di segala aspek.
Bila
tuntutan Aksi Bela Islam diabaikan, maka jangan salahkan umat bertindak lebih
tegas untuk menggulung rezim Jokowi. Signal ke arah itu kian terang dan jelas!
Pupuk terus
solidaritas dan persaudaran umat Islam dalam spirit serta panduan Al Qur’an.
Dalam kesabaran, gerakan people’s power tengah dipersiapkan secara matang.
Menanti seruan ulama!
—Jakarta 10
Feb 2017— (PB)

0 Response to "Progres 98 : Gema Aksi 112 Bikin Hulubalang Istana Kocar-Kacir"
Posting Komentar