RadarRakyat.Info-Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dilaporkan ke Bareskrim Mabes Polri lantaran diduga mengolok-olok Surat Al Maidah 51. Ahok juga sekarang menjadi terdakwa dalam kasus yang sama.
Pengamat
Politik Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, Adi
Prayitno berharap Polri mendalami laporan tersebut untuk mengetahui motif yang sebenarnya.
"Polisi
harus bertindak cepat untuk mengantisipasi gelombang protes yang lebih besar
seperti Aksi Bela Islam yang dilakukan beberapa kali," ujar Adi
saat dihubungi SINDOnews, Sabtu (25/2/2017).
Di luar
proses hukum, kata Adi, seharusnya Ahok menahan diri untuk tidak menjadikan Al
Maidah sebagai bahan guyonan, apalagi dilakukan saat rapat dengan anak buahnya.
"Bukan
semata ia tak otoritatif menjadikan Al Maidah sebagai lelucon, namun lebih pada
persoalan ayat Alquran (Al Maidah) cukup sensitif di kalangan Islam,"
tuturnya.
Selain itu,
Adi menilai seharusnya Calon Gubernur Petahana DKI Jakarta itu juga memahami
kondisi psikologis umat yang dianggap selalu memegang teguh yang dianggap
sakral.
Tak hanya
itu, Ahok juga diminta paham bahwa di dalam sejarah Islam pernah terjadi
peperangan karena diakibatkan perbedaan pandangan.
"Apalagi
Ahok non Muslim tentu ucapannya akan memancing reaksi umat. Suasana kebatinan
inilah yang seharusnya dipahami Ahok. Jika ini dianggap sebatas lelucon (joke)
tanpa maksud menistakan agama, tentu lelucon ini tak menarik," katanya (sn)

0 Response to "Mengolok-olok Surat Al Maidah Lagi, Ada Motif Apa Ahok?"
Posting Komentar