RadarRakyat.Info-Kondisi umat Islam saat ini memprihatinkan, secara tidak sadar imprealisme modern ada di sekitar kita. Salah satu gaya imprealisme modern adalah para penjajah tidak melakukan kontak langsung dengan negara yang akan dijajah, termasuk Indonesia sebagai negara yang mayoritas penduduknya Muslim, dan memiliki banyak ideologi yang terbingkai dalam sistem demokrasi.
Sehingga hal
yang mungkin bagi imprealis Barat adalah menyusun strategi untuk melemahkan
umat Islam.
Kini
terlihat jelas, para ulama dikriminalisasi, ayat-ayat Alquran dinistakan,
pemblokiran situs Islam, dan Muslimin ditindas. Penguasa dan media arus utama
bekerja sama menggiring opini sesat terhadap Umat Islam. Apa yang sebenarnya
terjadi?
Ulama
menjadi sasaran karena gerakan ulamalah yang mampu membangkitkan kesadaran
rakyat. Oleh sebab itu, dengan mengkriminalisasi ulama, kesadaran umat akan
runtuh.
Jika
ditelisik, sudah sejak zaman penjajahan musuh umat Islam menggunakan dua cara,
yaitu melalui kriminalisasi secara fisik dan pelecehan pemikiran para pemimpin
umat. Namun, kriminalisasi fisik telah gagal, tak melemahkan semangat para
pejuang Islam dan negara.
Adapun
pelemahan pemikiran ini merupakan model baru. Tingkat bahayanya lebih besar
karena mereka mengubah haq menjadi batil dan yang batil menjadi haq.
Oleh karena
itu, harus ada kebangkitan dan kesadaran umat Islam yang akan menjadi kekuatan
bangsa, bukan sebaliknya malah dianggap sebagai ancaman dan kelemahan. (rol)

0 Response to "Imprealisme Modern dan Kriminalisasi Umat Islam"
Posting Komentar