Flashback Opini : Megawati Khianati Prabowo? | RADAR RAKYAT -->

Flashback Opini : Megawati Khianati Prabowo?




RadarRakyat.Info-
Seorang pemimpin yang dipegang adalah janjinya. Ketika ia mangkir atas janji atau kesepakatan yang dibuatnya dengan pihak lain, maka cacatlah kepemimpinannya.

Materi tulisan ini entah basi atau tidak, saya hanya baru memiliki kesempatan untuk menuangkan sedikit opini atas berita yang berkembang; soal meradangnya Prabowo terkait keputusan Megawati yang mencapreskan Jokowi untuk pilpres 2014 ke depan beberapa hari yang lalu.

Sebelumnya mungkin tidak ada yang mengetahui bahwa telah ada perjanjian politik antara Prabowo dan Megawati melalui sebuah perjanjian Batu Tulis, yang menurut informasi pada point ke tujuh [kalau saya tidak salah ingat] Megawati memberikan dukungan penuh kepada Prabowo untuk maju dalam pilpres 2014. Jujur, sampai saat ini saya tidak mengetahui isi perjanjian Batu Tulis itu secara utuh. Prabowo pun tidak membukanya secara menyeluruh, hanya point yang menurutnya Megawati telah menghianatinya yang diungkap ke media. Itu pun redaksi jelasnya tidak disebutkan secara gamblang [atau saya ketinggalan berita?]

Saking emosinya, Prabowo tidak cukup mampu mengontrol lisannya di depan wartawan. Beliau seolah mencari dukungan dan empati pihak luar atas 'nasib' dan 'penghianatan' Megawati atasnya dengan mengatakan; "kalau Anda menjadi saya, bagaimana rasanya?" Begitu kira-kira. Dan ucapannya ini langsung direspon sebagai sikap yang berlebihan oleh para pendukung Jokowi dengan mengatakan; Prabowo emosional, cengeng, atau ada beberapa ucapan yang sama sekali tidak mencoba merasakan atau mencoba memosisikan diri sebagai Prabowo sebagai pihak yang merasa dikhianati seperti ucapan-ucapan;"yang sudah nikah saja bisa cerai, tunangan bisa putus, ini cuma kesepakatan, ya wajar saja kalau tida cocok cari yang lain." Apakah pendapat ini salah? Nggak juga, sebab sudut pandang yang berbeda akan juga menghasilkan pola pikir yang berbeda dan tak ada yang salah dalam sebuah perspektif.

Namun, dalam kacamata objektif saya, apa yang dirasakan Prabowo dapat dimaklumi; rasa kecewa karena sebelumnya berharap terlalu banyak mungkin atas perjanjian Batu Tulis dengan Megawati. Bagi saya juga, Megawati tidak cukup bijak atas pilihan sikapnya dengan tidak mengindahkan perjanjian Batu Tulis [terlepas dari seberapa mengikat isi perjanjian tersebut antara Prabowo dan Megawati]. Setidaknya, Megawati harusnya menghargai perjanjian tersebut dengan 'mengabari' pihak yang terlibat dalam hal ini Prabowo atas pilihan politiknya dengan kembali membuka arah akan kemana perjanjian itu dibawa ke depannya, terkait dengan keputusan pencapresan Jokowi.

Namun demikian, Prabowo juga semestinya menyadari dan memiliki sikap yang terbuka bahwa, besar kemungkinan Megawati akan mengajukan calon dari partainya sendirilah. Terlalu naif jika Megawati akan memberikan dukungan penuh kepada partai lain meskipun itu partai koalisi. Partai mana yang rela mengutamakan kader partai lain di atas kader partainya sendiri? Prabowo juga tidak bisa sepenuhnya mengatakan bahwa Megawati mangkir dari janjinya untuk mendukungnya maju dalam pilpres 2014. Megawati bisa saja mengatakan bahwa beliau tetap mendukung penuh Prabowo untuk maju di pilpres 2014 dari partai Gerindra, tapi bukan berarti tidak mengajukan calon dari partai yang selama ini dibesarkannya. Maka, semestinya keduanya sama-sama mengkaji ulang historis, nilai kekuatan dan keterikatan dari perjanjian Batu Tulis itu. Sebab, sekali lagi seorang pemimpin yang baik akan memegang setiap janji yang dibuatnya.

 (ks)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Flashback Opini : Megawati Khianati Prabowo? "

Posting Komentar