RadarRakyat.Info-Aksi ahoker Iwan Bopeng di tempat pemungutan suara (TPS) pada 15 Februari lalu menjadi perbincangan heboh. Pasalnya, Iwan Bopeng menyebut dirinya pernah memotong tentara di depan banyak orang.
Hal itu
dikatakan Iwan Bopeng saat berseteru dengan petugas KPPS. Dia marah lantaran
para pendukung Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok merasa dipersulit untuk
menyalurkan hak pilihnya.
Menyikapi
insiden itu, para jawara dan pengacara akan turun tangan membantu pengawasan di
TPS saat pemungutan suara Pilkada DKI Jakarta putaran kedua pada19 April 2017
mendatang.
Para jawara
dan pengacara berkolaborasi dalam wadah bernama Bang Japar untuk untuk ikut
membantu mengawasi TPS agar aksi-aksi pemaksaan kehendak dan premanisme tidak
lagi terjadi pada hari pencoblosan nanti.
Gerakan Bang
Japar ini merupakan salah satu program dari komunitas bernama Forum Indonesia.
Salah satu inisiator Bang Japar yang juga senator Jakarta Fahira Idris
mengungkapkan, Bang Japar merupakan akronim dari Kebangkitan Jawara dan
Pengacara.
Fahira
mengatakan, Bang Japar resah melihat begitu arogannya segerombolan orang
mengintimidasi para petugas KPPS, seakan-akan mereka paling benar, paling
berkuasa, dan paling paham hukum.
“Para jawara
dan pengacara ini sepakat bahwa premanisme seperti ini harus dilawan secara
elegan dan beradab. Untuk itu, Bang Japar nanti akan ikut mengawasi TPS.
Poinnya, Bang Japar tidak ingin aksi-aksi seperti yang dilakukan ‘Iwan
Kotak-Kotak’ terjadi lagi,” ujar Fahira Idris, di Jakarta (22/2).
Keresahan
dan kekhawatiran para jawara dan pengacara bahwa kemungkinan besar aksi-aksi
intimidasi dan premanisme bakal terjadi lagi pada putaran kedua Pilkada
Jakarta, bukan tanpa alasan.
Sebab hingga
saat ini aparat yang berwenang belum terlihat akan menindaklanjuti aksi
intimidasi, ancaman, dan premanisme di TPS. Padahal aksi-aksi seperti ini masuk
dalam pelanggaran pemilu karena sudah menggangu proses dan tahapan pilkada.
“Niat kita
adalah ikut membantu penyelenggara pilkada, agar pilkada ini tidak hanya luber,
tetapi juga jujur dan adil dengan menangkal tindakan intimidatif, curang dan
arogan yang menganggu ketertiban di TPS,” imbuh Fahira.
Dari sisi
keamanan, lanjtu Fahira, jika dibutuhkan maka Jawara akan membantu mengamankan
TPS dari oknum-oknum yang coba mengacau. Sementara dari sisi hukum, para
pengacara akan memastikan proses pemungutan dan penghitungan suara sesuai
dengan aturan.
Selain
mencegah aksi-aksi premanisme di TPS, para jwara juga akan ikut mengawasi agar
pada pemungutan suara putaran kedua Pilkada DKI Jakarta, tidak terjadi
mobilisasi pemilih sehingga hanya mereka yang benar-benar berhak saja yang
diperbolehkan masuk ke dalam bilik suara. [pojok/MMC] (f)

0 Response to "Cegah Aksi Bejat Iwan Bopeng, Jawara Jakarta Akan Dikerahkan Ke TPS"
Posting Komentar