RadarRakyat.Info-Selama ini, banyak diopinikan bahwa kinerja Ahok baik. Sayangnya, meski akses informasi demikian luas untuk melakukan analisis klaim tersebut, belum ada yang melakukan evaluasi secara komprehensif.
Realitanya
ternyata tidak sedikit indikator kinerja kunci Ahok yang lebih buruk dari Fauzi
Bowo. Padahal Ahok memerintah DKI Jakarta dengan kondisi yang jauh sangat
nyaman jika dibandingkan dengan Fauzi Bowo. Pada masa Ahok, APBD DKI memiliki
nilai hampir 2X lebih lipat dari dari nilai APBD Fauzi Bowo. Selain itu, modal
sosial dan dukungan buzzer yang dimiliki oleh Ahok juga jauh lebih besar
ketimbang Fauzi Bowo.
1. Tata
Kelola Keuangan
Kinerja Ahok
terkait Tata kelola keuangan sangat buruk. Hasil audit keuangan BPK menunjukkan
bahwa pada Tahun Anggaran 2015 terdapat temuan bermasalah senilai Rp30,15
triliun atau hampir 50% APBD DKI & status hasil audit yang diberikan adalah
WDP[1]. Capaian ini lebih buruk dari Fauzi Bowo yang mampu membawa DKI hanya
memperoleh temuan bermasalah senilai Rp. 4,83 T atau 13,42% dari APBD &
memperoleh status WTP, status terbaik dalam audit BPK[2]
2.
Akuntabilitas Kinerja
Akuntabilitas
kinerja pemerintahan DKI Jakarta di bawah Ahok sangat buruk. Hasil penilaian
Kementerian PAN & RB nilai akuntabilitas kinerja DKI untuk Tahun 2015 hanya
berpredikat CC dan berada pada peringkat 18[3]. Lebih lanjut, memang sejak
Jokowi-Ahok Pemda DKI tidak pernah memperoleh nilai lebih tinggi dari CC[4].
Capaian ini lebih buruk dari Fauzi Bowo yang pernah membawa akuntabilitas
kinerja DKI bernilai B.
3.
Pertumbuhan ekonomi
Data BPS
menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi Jakarta pada 2015 hanya 5.88%.
Pertumbuhan ini paling rendah sejak tiga tahun sebelumnya[5]. Pada Triwulan III
2016, angka ini kembali turun hanya mencapai 5.75%[6]. Capaian ini bahkan lebih
buruk dari Fauzi Bowo yang rata-rata pertumbuhan ekonomi sebesar 6.17% (LPPD
DKI Jakarta 2007-2012).
Buruknya
capaian ini diantaranya disebabkan serapan anggaran yang rendah (72.11%). Dan serapan
yang rendah terjadi kembali pada tahun 2016. Kondisi ini membuat Ahok ditegur
Jokowi[7].
4.
Kemiskinan
Data BPS
menunjukkan terjadi peningkatan jumlah orang Miskin menjadi 384,3 Ribu (3.75%)
per Maret 2016[8]. Buku Statistik Daerah Provinsi DKI Jakarta 2016) dari 363,2
Ribu (3.69%) per Maret 2012. Capaian ini bahkan lebih buruk dari capaian Fauzi
Bowo, dimana ia berhasil menurunkan kemiskinan dari dari 405, 700 jiwa (4.48%)
(Maret 2007) menjadi 363,200 jiwa (3.69%) (Maret 2012)[9].
5.
Pemukiman/Perumahan Rakyat
Kinerja Ahok
terkait pemukiman/perumahan rakyat sangat buruk. Dari sisi penataan kampung
kumuh, Ahok gagal melanjutkan proyek kampung Deret Jokowi[10] (LKPJ 2014 &
2015). Capaian ini lebih buruk dari Foke yang sukses merubah 274 RW kumuh dengan
proyek MHT plus (LPPD DKI 2007-2012).
Dari sisi
pembangunan rusun, Ahok tidak membangun rusun yang dapat dimiliki warga
(Rusunami) tetapi hanya membangun Rusun yang harus disewa (Rusunawa). Sepanjang
2014-1015, DKI hanya mampu membangun 3.587 unit (1.794/tahun) dengan hampir
28.9% Pusat yang membangun (LKPJ Gub DKI 2014 & 2015). Capaian ini lebih
buruk dari Foke yang sepanjang 2007-2011 mampu membangun 3.366 unit Rusunami
& 8.971 unit Rusunawa (2242/tahun) (LPPD DKI 2007-2012).
6. Kemacetan
Kemacetan
makin menjadi. Riset tempatkan Jakarta Kota paling macet di 178 Negara[11].
Capaian Ahok terkait hal ini dapat dinilai sangat buruk bila mengingat tiga
indikator lain yang dapat mengurangi kemacetan. Pertama, dari sisi penambahan
panjang Jalan, BPS juga menyebutkan bahwa Foke berhasil menambah panjang jalan
di DKI dari 6.543.997 m menjadi 6. 995.842 m sedangkan Ahok stagnan dalam
menambah panjang jalan (Buku Statistik Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010 &
2016 serta LKPJ Gub DKI 2015).
Kedua dari
sisi angkutan umum, Jokowi hanya mampu menambah 1 koridor busway yang merupakan
lanjutan proyek Foke dan Ahok gagal menambah jumlah koridor busway sementara
Foke mampu menambah menambah 4 koridor baru (LPPD DKI Jakarta 2007-2012, LKPJ
Gubernur DKI 2012, 2013, 2014, & 2015).
Dari sisi
penumpang Busway, BPS menyebut bahwa Ahok hanya mampu menambah jumlah penumpang
dari 111.260.431 (2012) menjadi 111.630.305 (2014) sedangkan Foke mampu
menambah jumlah penumpang Busway dari 61.446.336 (2007) menjadi 114.783.000 (2011)
(Buku Statistik Daerah Provinsi DKI Jakarta 2010, 2013 & 2016).
BPS belum
mengumumkan data 2015 & 2016, tetapi berdasarkan keterangan Kepala Dinas,
jumlah penumpang pada 2016 mencapai 340.000/hari atau 122.400.000 masih jauh
dari target yang ditetapkan[12]
7. Banjir
Banjir masih
gagal diatasi. Banjir saat ini bahkan telah menjangkau wilayah kerja sang
Penguasa[13]. Lebih ekstrim, tidak perlu menunggu hujan 1 Jam, banjir telah
terjadi[14].
Selama ini
diopinikan bahwa Banjir Jakarta berhasil diatasi karena Ahok. Faktanya, program
banjir Jakarta yang selama ini berjalan adalah program pemerintah Pusat[15].
Jika pemerintah pusat tidak ingin mengeksekusinya, maka proyek tersebut tidak
terlaksana. Oleh karena itu, untuk melihat buruknya kinerja Ahok terkait hal
ini, tentunya perlu dibandingkan proyek pengendalian banjir sejenis.
Dalam
konteks itu, Ahok dapat disebutkan gagal karena proyek Sodetan kali
Ciliwung-Kanal Banjir Timur yang hanya sepanjang 1.27 KM mangkrak[16].
Sementara Foke mampu menyelesaikan Proyek Kanal Banjir Timur sepanjang 23.6 Km
yang membebaskan 2,7 juta warga di 15.000 ha daerah rawan banjir (Laporan
Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (LPPD) DKI Jakarta 2007-2012).
8.
Keterbukaan Informasi Publik (Transparansi)
Standar
Keterbukaan Informasi Publik (KIP) & Transparansi Pengelolaan Daerah diatur
dalam UU Keterbukaan Informasi Publik & Instruksi Menteri Dalam Negeri
Nomor 188.52/1797/SJ/2012 Tahun 2012 Tentang Peningkatan Transparansi
Pengelolaan Anggaran Daerah.
Kinerja
Pemerintahan DKI Jakarta di bawah Ahok terkait hal ini sangat buruk. Hasil
verifikasi Kemendagri pada Tahun 2015, DKI hanya memperoleh capaian 8.33%
terkait informasi anggaran yang harus dipublikasikan[17], Lebih lanjut, pada
Tahun 2015, Hasil penilaian Komisi Informasi Publik DKI tidak masuk 10
besar[18].
Capaian ini
lebih buruk dari Foke yang mampu membawa DKI peringkat 2 Keterbukaan Informasi
Publik tahun 2012[19] (EI).
9.
Penambahan ruang terbuka hijau (RTH)
Meski banyak
melakukan penggusuran, kinerja Pemprov DKI dalam menambah RTH sangat buruk[19].
Tahun 2013-2015, Jakarta hanya mampu menambah RTH sebesar 73.43 Ha (24.28
Ha/Tahun) (LKPJ Gubernur DKI 2013, 2014, & 2015). Capaian ini lebih rendah
dari Pemprov DKI di bawah Foke yang mampu menambah RTH 108.11 Ha sepanjang
2007-2011 (27.027 Ha/tahun) (LPPD DKI Jakarta 2007-2012[20].
10.
Pengelolaan sampah
Persoalan
sampah terbesar di DKI adalah banyaknya sampah dengan keterbatasan tempat
pembuangan sampah (TPS). Oleh karena itu, perlu terobosan untuk membangun TPS
yang mampu mengatasi persoalan tersebut dengan membangun TPS berbasis teknologi
yang mampu merubah sampah menjadi hal bermanfaat. Dalam kaitan itu, kinerja
Ahok sangat buruk.
Di masa
Ahok, proyek pembangunan Intermediate Technology Facility (ITF) untuk
pengolahan sampah mangkrak[21]. Padahal tinggal melanjutkan tender Foke yang
tertunda karena transisi pemilihan Gubernur (2012)[22]. Capaian tersebut
tentunya lebih rendah dari Foke yang mampu menyelesaikan proyek TPST Bantar
Gebang yang mampu mengubah sampah menjadi listrik & diberikan penghargaan
Anugerah Dharma Karya Energi dari Kementerian ESDM & membangun ITF Cakung
Cilincing dengan teknologi mechanical biological treatment, yang mengubah
sampah jadi kompos[23].
11.
Kebersihan dan pencemaran air & udara
Untuk
menilai kinerja ini digunakan indikator peraihan Adipura. Hal ini karena
Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Republik Indonesia Nomor 07 Tahun
2011 Tentang Pedoman Pelaksanaan Program Adipura menggunakan dua parameter
penilaian meliputi penilaian non fisik dan pemantauan fisik terhadap
pengelolaan sampah dan ruang terbuka hijau, pengendalian pencemaran air dan
pengendalian pencemaran udara.
Dalam
konteks ini, kinerja Ahok juga sangat buruk mengingat sepanjang 2014-2016,
Hanya 1 kotamadya yang meraih Piala Adipura, yaitu Jakpus. Capaian ini lebih
rendah rendah dari Foke yang pada tahun 2012 saja berhasil mengantar 4
Kotamadya meraih piala Adipura & 1 kotamadya sertifikat adipura serta
meraih penghargaan adipura terbanyak, termasuk penghargaan pasar terbaik, taman
kota terbaik, & status lingkungan hidup terbaik[24]. [pendapatid]
Keterangan:
http://megapolitan.harianterbit.com/megapol/2016/06/04/63099/28/18/Kinerja-Ahok-Buruk-BPK-Temukan-Anggaran-Bermasalah-Rp30-Triliun
http://www.jakarta.go.id/v2/news/2012/05/laporan-keuangan-dki-raih-wtp#.WCBD1PTTPmo
http://megapolitan.kompas.com/read/2016/01/20/14030381/Ahok.Akui.Kinerja.Pemerintahan.DKI.Buruk
dan
http://www.menpan.go.id/berita-terkini/4170-rapor-akuntabilitas-kinerja-k-l-dan-provinsi-meningkat
http://www.beritajakarta.com/read/19558/DKI_Didorong_Tingkatkan_Nilai_Akuntabilitas_Kinerja_Instansi
http://jakarta.bps.go.id/Brs/view/id/98
http://jakarta.bps.go.id/Brs/view/id/163
http://nasional.kompas.com/read/2016/08/04/11083771/ahok.yang.pertama.kali.ditegur.saat.jokowi.blakblakan.soal.serapan.anggaran.daerah
http://jakarta.bps.go.id/Brs/view/id/169
http://megapolitan.kompas.com/read/2012/09/07/17114647/Fauzi.Bowo.Klaim.Angka.Kemiskinan.Menurun
http://megapolitan.kompas.com/read/2015/03/05/14354331/Selama.2015.Tak.Akan.Ada.Pembangunan.Kampung.Deret.di.Jakarta
http://m.liputan6.com/bisnis/read/2323202/10-kota-termacet-di-dunia-jakarta-juaranya
http://www.jawapos.com/read/2016/07/30/42052/target-penumpang-busway-meleset-segini-jumlahnya
http://news.liputan6.com/read/2605306/hujan-deras-kantor-ahok-kebanjiran
http://koran-sindo.com/news.php?r=0&n=23&date=2016-08-24
http://m.tempo.co/read/news/2014/01/15/092544938/6-Proyek–Banjir-Ini-Bisa-Ringankan-Kerja-Jokowi
http://news.metrotvnews.com/metro/nbwd3xDk-pembangunan-sodetan-ciliwung-di-bidara-cina-mangkrak
http://keuda.kemendagri.go.id/transparansikeuangan/pages/8-hasil-verifikasi-b09-tpad-provinsi-tahun-2015
http://www.tribunnews.com/nasional/2015/12/15/jakarta-tidak-masuk-10-provinsi-dengan-keterbukaan-informasi-yang-baik?page=2
http://sp.beritasatu.com/home/foke-terima-penghargaan-dari-pemerintah/25230
http://www.mediaindonesia.com/index.php/news/read/29713/pemprov-dki-lambat-bangun-rth/2016-02-20
http://www.jakarta.go.id/v2/news/2012/06/dki-tambah-rth-10811-hektar
http://www.beritasatu.com/megapolitan/391140-gagal-lelang-pembangunan-itf-sunter-dibatalkan.html
http://news.detik.com/berita/2081331/jokowi-akan-lanjutkan-proyek-pengolahan-sampah-itf-di-jakarta
http://m.viva.co.id/ramadan2016/read/46063-dki-resmikan-proyek-bantar-gebang
dan http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2011/08/10/18250785/pengolahan.sampah.cakung.sudah.berjalan
http://www.voaindonesia.com/a/dki-jakarta-raih-adipura-2012-terbanyak/1178619.html
dan https://alamendah.org/2016/07/22/daftar-kota-penerima-adipura-tahun-2016/
dan https://alamendah.org/2015/11/25/daftar-kota-dan-kabupaten-peraih-adipura-tahun-2015/
dan https://alamendah.org/2014/06/06/daftar-kota-peraih-adipura-tahun-2014/ (gr)

0 Response to "11 Indikator Kegagalan Ahok Dibanding Fauzi Bowo"
Posting Komentar