Tuduhan VOA Islam Atas Fanpage Diblokir ke Pemerintah Salah Kaprah | RADAR RAKYAT -->

Tuduhan VOA Islam Atas Fanpage Diblokir ke Pemerintah Salah Kaprah

Lagi-lagi alamat salah sasaran ditujukan oleh VOA Islam kepada pemerintah atas pemblokiran Fanpage situs media tersebut.

“Innalillahi wa Inna Ilaihi Rojiun, Rabu malam, (6/12/2017), sekira pukul 22:00 wib, Facebook fanpage situs Voa-Islam.com akhirnya ditutup (lagi) karena serangan dari berita yang mendeskreditkan Abu Janda, Denny Siregar dan Saifudin Ibrahim yang sedang hot pekan ini beadu dengan meningkatnya adrenalin berita “Reuni 212″ yang bergulir bak bola salju.”

Melansir situs VOA Islam, salah satu pendiri Voa-Islam.com. mengatakan “Kami terus konsisten akan menyuarakan kebenaran dan ambil bagian dalam mencerdaskan umat Islam diantara serangan-serangan kepada simbol-simbol Islam yang dilabeli radikal.”

Pernyataaan diatas seolah-olah bahwa pemerintah telah melakukan diskriminasi terhadap umat Islam. Sebenarnya pemerintah disini bertujuan untuk memberikan kenyamanan dalam hal informasi dan menghindari konflik kecil ditengah masyarakat dengan berita-berita dan postingan yang berpotensi memecah belah bangsa.

Tulisan di situs VOA Islam itu sendiri kerap membuat analisa provokatif maka wajar jika kini baik Facebook, pemerintah, maupun netizen satu visi untuk mencerdaskan masyarakat pengguna jejaring sosial dengan baik dan bijak dalam menyebarkan konten-konten demi terjaganya persatuan.

Laporan netizen kepada pihak Facebook yang merasa terganggu dengan salah satu akun atau Fanpage tersebut. Hal tersebut menunjukkan bahwa masyarakat sudah merasa jengah dengan keberadaan akun-akun provokatif yang menimbulkan perpecahan di tengah masyarakat.

Jadi jika VOA Islam dengan serta merta menuding bahwa pemblokiran tersebut upaya pemerintah dalam membatasi ruang gerak media sosial oleh akun yang dimaksud sedikit salah kaprah. Sebab Siapapun berhak atas ketidaknyamanan dengan postingan-postingan yang bermuara pada gesekan-gesekan serta adu domba di masyarakat khususnya warga net.

Justru sebaliknya hal ini merupakan upaya VOA Islam untuk mendeskriditkan pemerintah bahwasannya sebagai otoritas negara. Tidak demikian.

Tidak dapat dipungkiri, teknologi informasi memberikan kemudahan dalam mengakses informasi yang dibutuhkan. Bahkan tidak jarang informasi yang tersedia melebihi kadar yang dibutuhkan. Kelimpahruahan atas informasi yang tersedia menciptakan sebuah kebingungan/kegamangan informasi dalam memilih dan memilah informasi mana yang benar dan mana yang tidak benar.

Oleh karenanya, cross check dan klarifikasi (tabayyun) harus terus menerus diupayakan oleh media informasi sehingga yakin dengan validitas informasi yang didapat. tidak boleh tergesa-gesa untuk menyiarkan semua informasi yang ia dapat dari saksimata atau sumber berita, dalam kondisi apapun.

Diharapkan semoga Voa-Islam bisa merubah diri dan tidak menjadi situs yang merasa benar sendiri dan tentunya lebih beradab dalam menyampaikan berita. Sebab media yang sering melakukan penyesatan opini terhadap berita yang dibuatnya atau pun memberitakan yang tidak sesuai dengan fakta di lapangan bisa berdampak buruk terhadap masyarakat, masyarakat yang awam pasti akan mudah terprovokasi saat melihat pemberitaan media yang tidak berimbang dan tidak covered form both sides.


Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Tuduhan VOA Islam Atas Fanpage Diblokir ke Pemerintah Salah Kaprah"

Posting Komentar