Provokasi kental dari Tengku Zulkifli Usman mengenai kasus Setya Novanto sangat tendensius terhadap pemerintahan yang sah, bahkan supremasi hukum untuk membersihkan negeri ini dari korupsi sepertinya dilawan.
Entah apa yang terpikirkan oleh seorang ulama yang bernama Tengku Zulkfli Usman. Dalam akun facebooknya dia menuliskan dukungan kepada Setya Novanto bahkan menyebut kalau kasus e ktp untuk menutupi kasus lainnya.
Ini kutipan tulisan Tengku Zulkifli Usman”Satu satunya yang punya nilai jual hanya setnov, terbukti dibalik penangkapan setnov, semua misi rezim tercapai tanpa kritik termasuk meng holding kan 3 BUMN”
Sangat tidak ada korelasi antara penegakan hukum dengan isu BUMN, sangat jelas Tengku Zulkifli Usman sengaja mengait-kaitkan tanpa ada bukti relasi boleh disebut Jaksa Sembung Naik Ojek”Gak Nyambung Jek”.
Kutipan tulisan Tengku Zulkifli Usman yang tersebar dibeberapa mediaonline juga sangat provokasi menyambungkan isu ektp dan Pilpres 2019, berikut kutipan tulisannya:
“Ini semua tidak lain dan tidak bukan adalah untuk suksesi jokowi untuk periode kedua, hanya orang awam yang gak sampai mikir kesana
Pilpres semakin dekat, elektabilitas jokowi hanya 38% menurut survei mayoritas, tanpa banyak pengalihan isu, jalan jokowi ke periode kedua sangat berat
Sampai sampai panglima TNI yang terkenal kalem akhirnya buka juga suara mendukung jokowi 2019, konsolidasi tersembunyi, prematur, dan melanggar aturan
Jauh hari sebelumnya, Jokowi juga sudah mengintruksikan relawan Projo nya untuk memulai kerja buat periode kedua jokowi untuk pilpres 2019, sangat tidak etis presiden sudah “curi’ start kampanye saat kinerja nya semua amburadul”
Jelas frasa kata yang dipilihnya sangat asal dan jelas-jelas tidak nyambung antara penegakan hukum dengan pemilihan presiden 2019 dan rakyatlah yang menentukan, seharusnya KPK lah yang sudah sejak lama membidik kasus ektp jauh dari hiruk pikuk Pilpres 2019.
Provokasi dan kebencian terhadap pemerintah juga sudah lama dilontarkan Tengku Zulkifli Usman berikut dari laman facebooknya:
“Jika kemarin di DKI Anies Sandi kalah, maka blok nyeleneh di negeri ini akan semakin jumawa. Alhamdulillah berkat perjuangan seluruh muslim Indonesia, Jakarta sekarang punya Gubernur baru.
Sebagai saksi mata dan juga saksi di TPS, saya merasa memiliki Gubernur baru ini. Semoga Jakarta lebih baik, warganya lebih bahagia, semakin pro Rakyat dan jauh dari tindakan bar bar ala Ahok.
Maka setelah ini, jihad kita yang paling besar adalah menumbangkan temannya Ahok bernama Jokowi. Saya pribadi akan all out berjuang dengan semua yang saya miliki apapun itu, agar jokowi hilang dari peta politik Indonesia selamanya.”
Kutipan tersebut sudah masuk ranah UU ITE dan HAM, yakni menghilangkan hak sesorang warga negara untuk dipilih sebagai presiden bukan karena dilandasi kebencian, seharusnya aparat kepolisian menindak intelektual provokasi yang menebar kebencian ini.
Pihak KPK sendiri telah merangkum dari beberapa kesaksian serta fakta-fakta sidang yang lebih dari dua alat bukti untuk menjadikan Setya Novanto tersangka, adalah picik Tengku Zulkifli Usman yang mengesampingkan fakta-fakta tersebut dan bisa dibilang Tengki Zulkifli Usman adalah pendukung dari para koruptor.
Sangat jelas kalau fakta hukum dikedepankan bukan politik sperti Setya Novanto lakukan bahkan membuat Pansus KPK untuk membentengi dirinya dari kasus ektp.
Tengku Zulkifli Usman brrhentilah menebar isu-isu yang tidak memiliki fakta dan dasar akurat, informasi yang anda sebar tanggungjawabnya bukan hanya untuk anda atau masyarakat tetapi nanti anda akan dipertanyakan di akhirat nanti tulisan yang anda buat berdasarkan fitnah semata saja.

0 Response to "Tengku Zulkifli Usman Tendensius ke Jokowi, Polisi Wajib Cek Akun Facebooknya"
Posting Komentar