Guna mengatasi kelangkaan tabung gas elpiji 3 kilogram (kg) PT Pertamina (Persero) telah melakukan operasi pasar dan menyebar 590 ribu tabung gas elpiji disejumlah wilayah.
Distribusi dilakukan di beberapa wilayah di Indonesia, yang meliputi Aceh, Riau, Sumatera Selatan, DKI Jakarta, Bogor, Depok, Cianjur, Garut, Subang, Tasikmalaya hingga Pangandaran.
Direktur Pemasaran Pertamina, Iskandar membantah isu yang menyebutkan bahwa kelangkaan elpiji tiga kilogram yang terjadi di masyarakat bukan karena pengurangan pasokan gas subsidi. Iskandar mengatakan hingga saat ini Pertamina tidak melakukan penurunan produksi gas melon.
Iskandar menjelaskan stok elpiji untuk gas melon yang dialokasikan Pertamina hingga Desember ini sebesar 113,6 ribu metrik ton. Stok ini dikeluarkan secara bertahap dan sesuai kebutuhan masyarakat. Saat dalam sehari Pertamina mengeluarkan 24 ribu metrik ton. Angka ini lebih tinggi dibandingkan pertengahan tahun pada Juni-Juli yang biasanya berkisar 20,2 hingga 20,3 metrik ton per hari.
“Jadi tidak benar ada isu pengurangan. Ini dari rata-rata Juli sampai November, rencana Desember kita tingkatkan 21 ribu MT harian karena memang seperti itu kan ada Natal dan Tahun Baru sama seperti Lebaran. Tapi biasanya di akhir tapi ini tiba-tiba di awal kok terjadi,” jelasnya di Kantor Pusat Pertamina, Jumat (8/12/17).
Tingginya permintaan terhadap elpiji 3 Kg bersubsidi ini ditengarai akibat penggunaan yang tidak sesuai dengan peruntukannya. Hal ini diperkuat dengan adanya temuan di lapangan bahwa elpiji 3 kg bersubsidi digunakan oleh pengusaha rumah makan, laundry, genset, dan rumah tangga mampu.
Berdasarkan data penyaluran harian elpiji 3 kg bersubsidi, hingga akhir November 2017, realisasi penyaluran elpiji 3 Kg bersubsidi telah mencapai 5,750 juta MT, atau 93 persen dari kuota yang ditetapkan pada APBN-P 2017 sebesar 6,199 juta MT. Sampai dengan akhir Desember 2017, penyaluran elpiji 3 kg bersubsidi diperkirakan akan melebihi kuota sekitar 1,6 persen di atas kuota APBN-P 2017 tersebut.
Sementara itu Senior Vice President Non Fuel Marketing Pertamina Basuki Trikora Putra mengungkapkan, pihaknya telah melakukan respons yang cepat setelah timbul pemberitaan mengenai kelangkaan elpiji 3 kg.
“Kita sudah melakukan respons cepat dari kemarin dari pemberitaan yang timbul kemarin. Sudah beberapa titik di Bogor dan sekitarnya, dan di beberapa wilayah Indonesia, kita melakukan operasi pasar menambah volume menyalurkan dari volume harian,” paparnya di Kantor Pusat Pertamina, Jakarta, Jumat (8/12).
Untuk wilayah DKI Jakarta, setidaknya 150 ribu tabung gas elpiji 3 kg yang disebar Pertamina. Sebaran meliputi Jakarta Utara sebanyak 12.480 tabung, Jakarta Timur mencapai 39.920 tabung, Jakarta Pusat sebanyak 25.000 tabung, Jakarta Barat mencapai 40.320 tabung, dan Jakarta Selatan sebesar 34.880 tabung.
“Wilayah DKI hampir seluruhnya di Jakarta Utara, Timur, Pusat dan Selatan tanggal 7 Desember kemarin. Sudah kita lakukan hampir 150 ribu tabung kita distribusikan kepada konsumen. Banten tanggal 7 Desember juga kita lakukan ekstra dopping,” jelas dia.
Basuki menyebutkan, total tabung yang sudah dialokasikan di seluruh Indonesia sekitar 590 ribu tabung. Pendistribusian dilakukan sejak 4-9 Desember 2017.
“Total alokasi 590 ribu tabung yang sudah di operasi pasarkan oleh Pertamina selama periode ini. Janji kita tetap mengamankan pasokan kepada masyarakat. Kita juga masih menyiapkan operasi pasar,” kata dia.

0 Response to " "
Posting Komentar