Ada Oknum yang Memainkan Isu Land Clearing Bandara Kulonprogo jadi Konflik | RADAR RAKYAT -->

Ada Oknum yang Memainkan Isu Land Clearing Bandara Kulonprogo jadi Konflik

Pekan lalu terjadi bentrokan di lahan calon New Yogyakarta International Airport (NYIA) di Temon, Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, Selasa (5/12/2017). Sejumlah mahasiswa sempat ditahan dan mengaku mengalami tindak kekerasan. Gubernur Sri Sultan Hamengku Buwono X menanggapi.

Namun soal nasib warga yang digusur, Sultan menyatakan rumah-rumah mereka sudah kosong tak berpenghuni.

“Tiga puluh delapan rumah yang sudah kosong itu yang dihancurin. (Kalau) yang masih ada penghuninya ya tidak dihancurin,” kata Sultan di Istana Bogor, Jawa Barat, Rabu (6/12).

Sebelumnya diberitakan, mahasiswa menyebut ada 38 rumah dan pekarangan yang menolak proyek itu. Sultan kemudian menanggapi soal mahasiswa yang bentrok dengan aparat pada Selasa kemarin. Menurutnya, mahasiswa tak punya kepentingan soal lokasi proyek itu.

“Urusannya opo mahasiswa? Wong itu (rumah yang digusur) sudah dibayar (ganti rugi), sudah kosong. Dihancurin kan boleh,” kata Sultan.

Sultan menyatakan sebagian besar rumah sudah kosong sehingga bisa dibongkar. Bagi warga yang masih menunggu di rumah lama sampai rumah baru siap dihuni, Sultan menyatakan warga yang demikian tak akan kena gusur dulu.

Lalu bagaimana dengan nasib mereka yang tidak setuju dan tidak menerima ganti rugi? Apakah akan digusur juga?

“Lah wong di pengadilan kok. Di pengadilan kan. Mereka harus berurusan dengan pengadilan,” jawab Sultan.

Land clearing adalah istilah yang merujuk pada proses pengosongan lahan ini. Mahasiswa yang bentrok dengan aparat di Temon itu menolak land clearing. Menurut Sultan, isu land clearing ini sengaja dimainkan.

“Kan dibolak-balik jadi isu saja,” kata Sultan.

Ada 15 aktivis yang telah diciduk dan dilepas aparat Polres Kulon Progo. Sebelumnya, 15 aktivis ditangkap pada dua waktu yang berbeda.

Sebanyak 12 aktivis yang mayoritas berstatus mahasiswa digelandang ke Mapolres Kulon Progo dari lokasi land clearing di Desa Palihan, Temon, pada Selasa (5/12) siang.

Mereka adalah Andre; Imam dan Rimba (UNY); Muslih (FKNSDA), Rifai (Univ. Mercubuana); Mamat, Kafabi, Wahyu, dan Fahri (UIN); Samsul dan Chandra (LFSY); serta Yogi (UNS).

Lalu sore harinya, tiga aktivis kembali ditangkap, yakni Khoirul Muttakim, Abdul Majid Zaelani, dan Syarif Hidayat (ketiganya mahasiswa UIN Sunan Kalijaga).

Ketika dimintai konfirmasi seusai penangkapan aktivis kemarin, polisi menyebut alasannya adalah para aktivis tersebut dianggap menghalangi proses land clearing yang dilakukan PT Angkasa Pura I.

Sementara Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengapresiasi kinerja Pemerintah Kabupaten Kulon Progo dan Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta atas dukungannya merealisasikan seluruh tahapan pembangunan bandara baru di Kecamatan Temon.

Menhub mengatakan dirinya minta langsung Presiden Jokowi untuk meninjau lokasi yang akan dilakukan peletakan batu pertama kali. Menurutnya, Kulon Progo, DIY, akan menjadi tempat strategis wisata di Indonesia.

“Kita ketahui, masyarakat antusias menjadikan daerahnya menjadi daerah maju. Pemerintah pusat melihat DIY potensial sekali menjadi destinasi wisata yang baik. “Kami ke sini memastikan rencana pembangunan yang benar. Saya sudah mendapat laporan dari Dirut AP I sudah dilakukan benar,” kata dia.

Saat ini, kata Budi Karya, objek wisata yang banyak dikunjungi wisatawan adalah Bali. Ke depan, akan ada tiga titik lokasi wisata yang akan dikembangkan yakni DIY, Toba (Sumatra Utara) dan Mandalika (Lombok).

“Kita bangga menjadi masyarakat DIY. Bandara di Kulon Progo akan menjadi bandara yang sangat baik, berstandar internasional dan akan menunjang pertumbuhan pariwisata,” katanya.

Budi Karya mengatakan peletakan batu pertama dimulainya pembangunan bandara oleh Presiden Jokowi akan dilaksanakan pada akhir Januari. “Kami tidak bisa memastikan waktunya. Yang jelas, pada akhir bulan ini,” katanya.

Budi mengatakan anggaran pembebasan lahan dan pembangunan bandara baru ini sebesar Rp9,3 triliun. Dari anggaran tersebut, Rp4,2 triliun untuk pembebasan lahan dan sisanya digunakan untuk infrastruktur bandara mulai dari landasan pacu hingga selesai seluruh tahapannya. “Nilai investasinya Rp9,3 triliun,” kata dia.

Asisten Ekonomi dan Pembangunan Setda Kulon Progo Triyono mengatakan harapan masyarakat yakni bandara akan menbawa kesejahteraan masyarakat.

“Kami mengucapkan terima kasih dipilihnya Kulon Progo menjadi lokasi bandara internasional di DIY. Kami berharap masyarakat sejahtera yang akan dijawab seiring bergulirnya waktu,” kata dia.

Selain itu, para aktivis tidak memiliki izin melakukan aktivitas solidaritas di lokasi land clearing.


Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Ada Oknum yang Memainkan Isu Land Clearing Bandara Kulonprogo jadi Konflik"

Posting Komentar