RadarRakyat.Info-Ketua DPP Partai Demokrat, Andi Arif mengatakan sikap pemerintah terhadap PT Freeport Indonesia harus dikritisi.
Seperti diketahui,
pemerintah memutuskan mengubah status perusahaan tambang asal Amerika Serikat
(AS) itu dari kontrak karya (KK) menjadi izin usaha pertambangan khusus (IUPK).
“Soal
Freeport jangan terburu untuk bersikap, belum tahu apa sesungguhnya yang
terjadi. Apakah niatnya seperti Soekarno (Presiden pertama RI) seperti dulu
atau lebih dari Soekarno atau jauh lebih buruk,” kata Arif, Rabu (22/2).
Kata dia,
nasionalisme itu sejak dilahirkan dan berkembang sering menyulut namun
membingungkan, karena esensinya bisa diplesetkan.
“Kita tunggu
saja apa yang sejati dari masalah Freeport ini, sekedar meningatkan ada
inkonsistensi dalam kasus ‘papa minta saham’ yang harus jadi catatan bagaimana
kita bersikap soal Freeport ini. Jangan sampai pergantian makelar dibungkus
nasionalisme,” ungkapnya.
Menurutnya,
dalam kasus ‘papa minta saham’ terkait Freeport, masih banyak yang menjadi
misteri.
“Tanya pada
Pak Jokowi (Presiden) apa arti marah besarnya pada Setya Novanto (Ketua DPR)
saat kasus ‘papa minta saham’. Tanya pula kenapa marahnya menjadi kasih sayang
pada orang yang sama beberapa bulan kemudian,” demikian Arif (ps)

0 Response to "Waspada Modus Nasionalisme Freeport,Demokrat : Tanya Jokowi Dulu Marah Sama Papa Sekarang Penuh Kasih Sayang"
Posting Komentar