RadarRakyat.Info-Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Arief Poyuono mengingatkan, terdakwa kasus penodaan agama Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) harus memperbaiki gaya bicaranya.
Ahok
sebelumnya dinilai menyudutkan dan mengancam Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia
(MUI) KH Maruf Amin dalam sidang kasus penodaan agama, Selasa (31/1/2017) lalu.
"Ahok
sudah bersikap tidak hormat dan sopan. Ingat Ahok bukan orang asli Jakarta,
jadi tidak bisa seenak jidatnya dia ngomong," kata Arief kepada
TeropongSenayan di Jakarta, Senin (6/2/2017).
Arief pun
meminta pada sidang kesembilan kasus dugaan penodaan agama pada Selasa
(7/2/2017) besok, Ahok dan kuasa hukumnya harus menghormati para saksi yang
hadir.
Bagaimanapun,
lanjut dia, pernyataan Ahok kepada KH Maruf Amin menjadi pelajaran yang amat
berharga bagi semua pihak untuk selalu menghormati ulama.
"Saya
saksi hidup betapa beliau (KH Ma'ruf Amin) berhati mulia dan santun dan baik
hati dalam menolong manusia yang sedang membutuhkan pertolongan tanpa melihat
latar belakang etnik dan agama," pungkasnya. (tsc)

0 Response to "Gerindra: Ahok Tidak Bisa Seenak Jidatnya Ngomong"
Posting Komentar