RadarRakyat.Info-Sinyal bahwa Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo ‘tidak disukai’ Presiden Joko Widodo semakin menguat setelah Gatot mengungkapkan dirinya bisa saja diganti setiap saat.
Analisis itu
disampaikan pengamat politik Ahmad Baidhowi kepada intelijen (07/02). “Publik
menilai, pengakuan Panglima TNI di Komisi I DPR itu bisa diartikan Presiden
Jokowi tidak suka langkah-langkah yang dilakukan Panglima TNI karena dianggap
bisa merusak popularitas penguasa,” tegas Ahmad Baidhowi.
Menurut
Baidhowi, saat ini, Panglima TNI Gatot Nurmantyo telah menjadi sosok pemimpin
dambaan rakyat. “Pihak Jokowi sudah mengetahui posisi Gatot saat ini. Gatot
bisa dianggap berpotensi menjadi pesaing Jokowi di 2019,” jelas Baidhowi.
Terkait hal
itu, Baidhowi memperkirakan, jika Gatot Nurmantyo dicopot dari jabatannya
justru akan semakin mendapat simpati dari rakyat. “Saat ini rakyat mungkin
lebih percaya ke Panglima TNI daripada ke Presiden Jokowi,” pungkas Baidhowi.
Diberitakan
sebelumnya, di Komisi I DPR RI, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo secara
terbuka menyampaikan dirinya bisa saja diganti setiap saat.
“Saya buka
ini untuk mempersiapkan adik-adik saya. Karena saya mungkin besok bisa diganti,
paling lambat bulan Maret 2018, saya harus diganti,” kata Gatot (06/02).
Gatot
mengakui, apa yang disampaikannya memang kurang berkenan bagi Menhan Ryamizard.
Akan tetapi, hal tersebut dilakukan agar Panglima TNI berikutnya benar-benar
bisa mengontrol dari atas sampai ke bawah, termasuk dari segi anggaran. “Mohon
maaf kurang berkenan tapi ini yang harus kami sampaikan,” pungkas Gatot.
Keluhan
Gatot itu terkait kewenangannya yang dipangkas terutama soal alat utama sistem
pertahanan (Alutsista). Gatot mengemukakan keluhannya itu seharusnya dibuka
sejak 2015-2016 yang lalu.
Sesuai
Peraturan Menteri Pertahanan Nomor 28 Tahun 2015, Panglima TNI tidak bisa
menjalankan kewajibannya membuat dokumen rencana anggaran dalam jangka pendek,
menengah dan panjang di Angkatan Darat, Angkatan Laut serta Angkatan Udara. (g)

0 Response to " Gatot Nurmantyo Lebih Dipercaya Rakyat daripada Jokowi"
Posting Komentar