RadarRakyat.Info-Selama empat hari sejak Minggu (26/2/2017), Raja Salman bin Abdulaziz Al-Saud dari Arab Saudi mengunjungi Malaysia. Negara ini langsung mendapatkan kesepakatan investasi US$ 7 miliar atau sekitar Rp 93 triliun.
Investasi
ini dilakukan oleh BUMN perminyakan Arab Saudi, Saudi Aramco. Adapun investasi
yang dikucurkan berupa proyek pembangunan kilang minyak yang dilakukan oleh
Petronas.
Pengumuman
investasi ini dilakukan oleh Perdana Menteri Malaysia, Najib Razak. Menurut
Najib, hubungan Malaysia dan Arab Saudi sangat erat.
Saudi Aramco
bakal menanamkan investasi US$ 7 miliar ke proyek kilang minyak Petronas yang
nilainya US$ 27 miliar.
"Ini
investasi yang sangat besar dan sangat signifikan," kata Najib, dilansir
dari AFP, Senin (27/2/2017).
Proyek
kilang minyak ini berdiri di selatan Johor, dekat perbatasan dengan Singapura.
Proyek ini dikenal dengan Refinery and Petrochemical Integrated Development
Project, atau kilang minyak dan petrokimia yang terintegrasi.
Saat ini,
proyek tersebut sudah mencapai 50% dan ditargetkan selesai pada 2019.
"Masuknya
Saudi Aramco sebagai partner Petronas bakal mendorong proyek ini dan positif
bagi Malaysia. Bagi Aramco, proyek ini jadi outlet untuk penjualan
minyaknya," kata analis dari IHS Markit, Victor Shum.
Kilang
tersebut bakal membuat Singapura dan Johor Selatan sebagai pusat kilang minyak
dan petrokimia di Asia Tenggara. Proyek ini disebut menciptakan ribuan lapangan
kerja di Malaysia.
Pemerintah
Malaysia sangat gembira dengan investasi ini. Karena bakal meningkatkan daya
saing Malaysia atas tetangganya, Singapura. Malaysia juga tengah berjuang
menarik investasi asing masuk, untuk menggenjot perekonomiannya yang tengah
melambat. (dtk)

0 Response to "Dikunjungi Raja Salman, Malaysia Raup Investasi Rp 93 Triliun !"
Posting Komentar