RadarRakyat.Info-Bagi seorang muslim kalimat Hawqalah yaitu lafaz 'Laa hawla wa laa quwwata illa billah' tentu bukan hal yang asing. Ucapan tersebut sering kali diucapkan secara spontan ketika seseorang dalam kesulitan, dalam keadaan tertekan atau bisa juga ketika seseorang terkagum-kagum menyaksikan keajaiban yang terjadi, yaitu suatu kejadian yang mustahil terjadi menurut pikiran manusia.
Dikisahkan
sahabat 'Auf bin Malik Al-Asyja'i pergi menemui Rosulullah SAW, dan berkata:
"Ya
Rosulullah sesungguhnya anakku Malik pergi bersamamu berperang di jalan Allah
dan ia belum pulang, apa yang harus saya perbuat? Padahal seluruh pasukan sudah
pulang."
Rosulullah
saw bersabda:
"Ya
'Auf perbanyaklah kamu dan istrimu mengucapkan:
لا
حول ولا قوة إلا بالله
(Laa haula
wa laa quwwata illa billah... Tidak ada
daya dan kekuatan selain dari Allah.)"
Auf pulang
ke rumah dan istrinya sendiri menanti anaknya yang belum datang. Melihat
suaminya datang istrinya bertanya:
"Wahai
'Auf apa yang diberikan Rosulullah SAW?"
Auf
menjawab: Beliau mewasiatkan untuk ku dan kamu juga agar kita banyak
mengucapkan
لا
حول ولا قوة إلا بالله
Apa jawaban
istri yang sholehah dan sabar ini?
"Ya,
sungguh benar Rosulullah SAW"
Akhirnya
mereka berdua duduk terus berdzikir dengan
لا
حول ولا قوة إلا بالله
Sampai saat
malam yang gelap tiba, seketika ada yang mengetuk pintu, dan Auf berdiri
membuka pintu, ternyata yang datang adalah anaknya Malik membawa banyak sekali
domba sebagai ghonimah.
Maka Auf
bertanya: Apa ini?
Malik
menjawab:
"Sesungguhnya
musuh menangkapku dan mengikatku dengan rantai besi dan mengikat dua kakiku,
maka ketika malam tiba saya berusaha keras untuk kabur tapi tidak bisa, karena
kuatnya ikatan
dikedua
tangan dan kaki. Tiba-tiba ikatan borgol yang dari besi perlahan-lahan longgar
sehingga ikatan dikedua tangan dan kaki bisa lepas. Maka saya bisa datang
sekarang dengan kambing-kambing ghonimah ini."
Maka Auf
berkata: "Wahai ananda bukankah jarak antara musuh dan kita jauh sekali?
Bagaimana kamu bisa datang dalam waktu satu malam?"
Malik
menjawab: "Wahai ayahanda, demi Allah ketika ikatan itu lepas saya merasa
ada Malaikat yang membawa saya."
Subhanallahal
'adzim...
Maka Auf
mendatangi Rosulullah SAW untuk memberi kabar beliau.
Tapi sebelum
Auf memberi kabar beliau, Rosulullah SAW mengatakan kepada Auf: Wahai Auf
bergembiralah bahwa Allah swt menurunkan ayatnya tentang urusanmu:
وَمَن يَتَّقِ ٱللَّهَ يَجۡعَل لَّهُ ۥ مَخۡرَجً۬ا (٢) وَيَرۡزُقۡهُ مِنۡ حَيۡثُ لَا يَحۡتَسِبُۚ وَمَن يَتَوَكَّلۡ عَلَى ٱللَّهِ فَهُوَ حَسۡبُهُ ۥۤۚ إِنَّ ٱللَّهَ بَـٰلِغُ أَمۡرِهِۦۚ قَدۡ جَعَلَ ٱللَّهُ لِكُلِّ شَىۡءٍ۬ قَدۡرً۬ا (٣
"Barangsiapa
bertaqwa kepada Allah niscaya Dia akan Mengadakan baginya jalan keluar. Dan
memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan Barangsiapa yang
bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya.
Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan yang (dikehendaki)Nya. Sesungguhnya
Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu." (QS
Ath-Thalaq:2-3)
Ketahuilah
sesungguhnya
لا
حولا ولا قوة إلا بالله
Adalah harta
terpendam dibawah singgasana 'Arsy Ar-Rahman.
Ia adalah
obat bagi 99 penyakit, yang paling ringan adalah penyakit gundah.
Kalimat ini
juga merupakan simpanan pahala yang banyak di surga.
Suatu ketika
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda pada ‘Abdullah bin Qois,
“Wahai
‘Abdullah bin Qois, katakanlah ‘Laa hawla wa laa quwwata illa billah’, karena
ia merupakan simpanan pahala berharga di surga” (HR. Bukhari no. 7386).
Dari Abi
Musa Al-Asy’ari radhiallahu anhu ia berkata: Rasulullah shallallahu alaihi
wasallam berkata kepadaku: “Maukah aku tunjukkan kepadamu salah satu bacaan
yang menjadi simpanan kekayaan di dalam syurga?” Maka aku menjawab: “Tentu,
wahai Rasulullah”. Maka beliau menjawab: “Ucapkanlah Laa Haula wa Laa Quwwata
illa Billaah”
Subhanallah..
Saudara-saudaraku..
Jika antum
mau share niatkanlah dengan baik mudah-mudahan bisa jadi obat bagi masalah
antum dan kita semua. (p)

0 Response to "Dahsyatnya Kalimat "Laa Haula Wa Laa Quwwata Illa Billah""
Posting Komentar