RadarRakyat.Info-Rezim Jokowi dan Polri melarang aksi superdamai 112 dilakukan dalam bentuk long march sebab dicurigai dapat menimbulkan gejolak politik.
Umat Islam
“dipaksakan” tunduk pada kehendak penguasa agar aksi Bela Islam harus dilakukan
sebatas sholat subuh dan Zikir Akbar di lingkungan masjid Istiqlal.
Tanpa
disadari, tekanan dan paksaan tersebut justru akan membuahkan kebangkitan
revolusi Islam yang dimulai dari masjid sebagai wadah pemersatu.
Penguasa dan
Polri begitu getol menghalangi arus aspirasi umat Islam, namun fakta
membuktikan dalam aksi 411 dan 212, semua upaya agitasi dan intimidasi gagal
total.
Tegasnya,
semakin ditekan dan dizalimi, justru makin memicu rasa solidaritas umat Islam
dari seluruh Indonesia untuk bersatu menggelar Aksi Bela Islam.
Rezim Jokowi
kian bertindak gelap mata, kehilangan nurani serta terkesan menunjukan
permusuhan kepada umat Islam. Wajar bila makin menuai reaksi perlawanan!
Perlakuan
ketidakadilan itu muncul dengan aneka kriminalisasi terhadap ulama, propoganda
busuk, fitnah keji dan segala rupa kebencian secara membabi-buta.
Jelas
membuat hati umat Islam terluka dan terus bangkit menuntut keadilan melalui
serangkaian Aksi Bela Islam yang kian membesar.
Umat Islam
tidak rela kesucian Al Qur’an dan ulama dihinakan. Tindakan biadab tersebut
harus diakhiri, jika tidak akan memicu gelombang protes yang lebih
mengkhawatirkan.
Ihwal
gerakan protes yang menunut keadilan akan muncul dari penyatuan potensi umat Islam
yang terpusat dalam gerakan aksi 112 di Masjid Istiglal.
Tak perlu
long march, toh kalau jutaan kaum muslim telah bersatu dan berkosentrasi di
masjid Istiqlal, maka suara protes itu jauh lebih bergema dan membuat rezim
Jokowi ketakutan.
Mengapa jutaan
umat Islam giat melancarkan protes? Demi menuntut oknum penista agama alias
Ahok segera dipenjarakan serta hentikan kriminalisasi terhadap ulama!
Jika suara
aspirasi umat Islam diabaikan maka sudah pasti akan menimbulkan masalah serius
bagi penguasa dan aparat penegak hukum.
Puncak dari
kemarahan umat Islam sulit dibayangkan. Tidak mustahil bakal memicu ledakan
politik nasional yang berujung pada desakan penggulingan rezim Jokowi.
Oleh sebab
itu, hukum harus ditegakkan secara adil, stop menzalimi ulama, penjarakan Ahok
serta hentikan perlakukan semena-mena kepada umat Islam!
Selamat
berjuang, bersatulah umat Islam demi tegakknya keadilan, melindungi NKRI dari
tangan-tangan jahat yang berkuasa secara culas dan tidak manusiawi.[***]
Oleh: Faizal
Assegaf
Ketua
Progres 98

0 Response to "Aksi 112 dari Masjid Untuk Revolusi Islam"
Posting Komentar