RadarRakyat.Info-Pendukung Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) Ahoker merasa terimidasi dengan adanya banyaknya antiahok dan salawat Badar saat pemilihan ulang di TPS 29 Kalibata Pulo Pancoran Jakarta Selatan, Ahad (19/2).
“Lihat saja
mereka shalawatan (Shalawat badar-red) ini menganggu pemilih yang lain,” kata
Ahoker yang tidak mau disebutkan namanya kepada suaranasional.
Ahoker itu
mengatakan, pemilihan di TPS 29 Kalibata Pulo Pancoran, Jakarta Selatan
jumlahnya berkurang.
“Jumlahnya
berkurang dan ini jelas sangat menguntungkan kubu antiAhok,” jelas pria yang
memakai baju kotak-kotak.
Seperti
diketahui, pasangan Anies-Sandi menang telak dengan perolehan 385 suara dari
412 pemilih.
Pada
pemungutan suara 15 Februari lalu, di TPS tersebut Anies-Sandi merajai dengan
perolehan suara 345 suara, sementara suara pasangan Ahok-Djarot hanya
memperoleh 19 suara. Dan 7 suara lainnya pilih coblos Agus Sylvi.
Menurut KPU
DKI, PSU di TPS 29 penyelenggara menyediakan surat suara 525. Sebanyak 412
surat suara terpakai, sedangkan surat suara yang tidak terpakai sebanyak 112.
Terdapat satu surat suara yang tidak dapat digunakan karena rusak (snc)

0 Response to "Ahoker Sebut Shalawat Badar Bentuk Intimidasi dan Mengganggu Saat Coblos Ulang"
Posting Komentar